Sunday, April 30, 2017

Wow! Real Madrid Baper, Ngambek, dan Ngancam-ngancam

Wow! Real Madrid Baper, Ngambek, dan Ngancam-ngancam
Wow! Real Madrid Baper, Ngambek, dan Ngancam-ngancam

Real Madrid geram dengan penundaan pertandingan lawan Celta Vigo semalam, terasa dipermainkan oleh otoritas Liga Spanyol, lantas ngambek, meneror pisahlah liga.

Real Madrid memainkan lagi kartu lama mereka, meneror bakal membuat satu Liga Super Eropa yang terbagi dalam tim-tim elit benua itu, meninggalkan La Liga.

Semuanya berlangsung sesudah kompetisi mereka melawan Celta de Vigo diskors pada hari Minggu malam atau Senin dinihari WIB atas argumen cuaca jelek serta stadion yang rusak.

Los Blancos diberitakan geram dengan bagaimana pihak Liga Spanyol mengatasi masalah ini sesudah badai mengakibatkan kerusakan beberapa dari stadion kandang Celta serta walikota Vigo lalu mengambil keputusan tutup stadion itu hingga perbaikan usai.

Menurut laporan di dua koran terpenting Spanyol, Marca serta AS, Presiden Real Florentino Perez serta beberapa pejabat club sekalipun tak suka dengan bagaimana La Liga mengatasi kondisi ini.

Otoritas bola Spanyol baru menginformasikan penundaan itu larut malam di hari Sabtu, atau cuma selang 24 jam saja sebelumnya kick-off, sesaat rusaknya badai telah berlangsung serta di ketahui mulai sejak 36 jam sebelumnya kompetisi semestinya diawali di Estadio Balaidos.

Menurut beberapa petinggi Real Madrid, pihak La Liga semestinya dapat berbuat semakin banyak supaya permainan itu tetaplah berjalan sesuai sama gagasan. Ada ketentuan liga yang menyebutkan kalau tiap-tiap club Spanyol mesti sediakan tempat alternatif untuk beberapa masalah seperti ini.

Sebagai konsekwensinya, saat ini Real Madrid dilaporkan serius memperhitungkan ide melepas diri dari La Liga serta membuat apa yang dimaksud Europa Super League berbarengan dengan raksasa Eropa yang lain.

Inspirasi ini, yang dihidangkan oleh perusahaan Amerika Utara, Relevant Sport, bukanlah hal baru namun beritanya telah didukung dari 95% bebrapa club top Eropa, termasuk juga Real Madrid, FC Barcelona, ​​Chelsea, Manchester United, Manchester City, AC Milan, Bayern Munchen, Paris Saint-Germain, Atletico Madrid, Juventus serta Liverpool, diantaranya.

Semuanya club ini disangka menginginkan untuk mengawali pertandingan mereka sendiri, Super League Eropa, untuk membagi keuntungan semakin besar diantara mereka dari pada yang sekarang ini di terima di liga domestik semasing.

Friday, April 28, 2017

Barcelona Tawarkan Transfer Mengejutkan pada Diego Costa

Barcelona Tawarkan Transfer Mengejutkan pada Diego Costa
Barcelona Tawarkan Transfer Mengejutkan pada Diego Costa

Waktu Diego Costa ramai diberitakan bersitegang dengan pelatihnya, Antonio Conte, serta dibujuk untuk hengkang ke China, Barcelona dengan cara mengagetkan sodorkan proposal pada pemain 28 th. itu.

Costa ditinggal Conte waktu Chelsea tandang ke markas Leicester City, Sabtu (14/1) lantas. Tanpa ada mesin golnya itu, Chelsea juga sukses menang telak 3-0. Tetapi, masalah absennya Costa, Conte masih tetap bersikeras hal semacam itu karena sebab ia alami cedera punggung.

Costa terlebih dulu marak diberitakan bakal kembali pada Atletico Madrid pada musim panas yang akan datang. Namun, Conte meyakini pemain andalannya itu bakal bertahan di Stamford Bridge, dimana ia telah mengantongi 14 gol serta jadi topskorer sesaat di musim ini.

Costa diberitakan berpaling waktu satu club Liga Super China (CSL) datang serta tawaran transfer mengundang selera. Tetapi, beritanya lagi, kembali pada Spanyol lebih jadi prioritas Costa sekarang ini, bila memanglah ada tawaran yang sesuai sama baginya.

Sekarang ini, Atletico Madrid mungkin saja juga jadi satu diantara maksud Costa selanjutnya. Pasalnya, sisa klubnya itu besar kemungkinan bakal kehilangan Antonie Griezmann pada musim panas yang akan datang. Mereka juga diberitakan bakal coba dekati Chelsea pada musim transfer yang akan datang.

Walau sekian, menurut laporan the Independent, Barcelona telah siap dengan tawaran mengagetkan untuk striker itu pada musim panas yang akan datang. Barca bahkan juga telah mulai dekati agen yang mewakili Costa. Barca siap kucurkan 40 juta Poundsterling atau sekitaran Rp648 Miliar untuk peroleh Costa.

Walaupun Barcelona miliki barisan lini depan terkuat di Eropa, Barca nampaknya berupaya selalu mempertajam lini serangnya. Terlebih, club asal Catalan itu mesti berjuang lebih ekstra di musim ini.

Satu diantara striker andalan Barca, Luis Suarez, bakal berumur 30 th. pada minggu depan. Manajemen Barcelona juga memikirkan untuk menaikkan, atau bahkan juga merubah, barisan penyerang club mereka.

Sesaat Chelsea, punya niat untuk pertahankan Costa, sekurang-kurangnya untuk sisa musim ini. Tetapi, peluang susunan pemainnya bakal beralih pada musim panas yang akan datang.

Wasit Spanyol Ramai-ramai Protes Gerard Pique

Wasit Spanyol Ramai-ramai Protes Gerard Pique
Wasit Spanyol Ramai-ramai Protes Gerard Pique

Pique pernah mengemukakan komentar miring selesai kompetisi kontra Athletic Bilbao di Copa del Rey, serta Villarreal di arena La Liga.

Presiden Komite Wasit Spanyol (Comité Técnico de Árbitros/CTA), Victoriano Sanchez Arminio, menyebutkan pihaknya siap kemukakan memprotes tercatat melawan bintang Barcelona, Gerard Pique, pada RFEF.

Menurut laporan Sport, CTA telah kirim memprotes itu pada RFEF yang bahkan juga memasukkan keluhan ganda pada bek tengah Timnas Spanyol itu. Ini dikerjakan menyusul memprotes yang di sampaikan Pique selesai dua pertandingan itu, dimana Barcelona kalah 1-2 di kandang Bilbao serta cuma bermain imbang 1-1 di Villarreal.

Komplen pertama pada Pique di sampaikan beberapa wasit sesudah ia ikut serta insiden dalam pertandingan kontra Bilbao, dimana Pique memperlancar memprotes akibat wasit tidak menghadiahkan penalti atas pelanggaran pada Neymar, serta kekerasan yang diperlihatkan Arist Aduriz pada Umtiti.

Atas responnya pada dua ketentuan wasit yang dinilai Pique berat samping, wasit mengakui mendengar bek jangkung itu menyampaikan, ‘Kami sudah mengetahui bagaimana semuanya bekerja”.

Yang ke-2, beberapa wasit mengakui keberatan dengan komentar Pique -dan juga sikapnya, sesudah kompetisi melawan Villarreal. “Setiap minggu beberapa wasit tunjukkan untuk jadi benar, ” tutur bek Blaugrana itu selesai pertandingan itu.

Dengan dua keluhan tidak sama yang masuk ke meja RFEF itu, nampaknya Pique mesti sabar menanti ketentuan federasi itu. Pasalnya, untuk satu keluhan saja, RFEF bakal memprosesnya sekitaran sebulan.

Wednesday, April 26, 2017

Atletico Madrid Diyakini Lolos Final Copa del Rey

Atletico Madrid Diyakini Lolos Final Copa del Rey
Atletico Madrid Diyakini Lolos Final Copa del Rey

Berita Bola, Liga Spanyol – Walau pernah ditaklukkan oleh Las Palmas, Filipe Luis terasa optimis Atletico Madrid dapat melaju ke final Copa del Rey.

Bek kiri Atletico Madrid Filipe Luis sadar kalau permainan timnya kurang apik saat bermain di pertandingan ke-2 kontra Las Palmas. Di kompetisi ke-2 melawan tim asal Kepulauan Kenari itu, Atleti harus kalah dengan score 3-2, Rabu (11/01) awal hari WIB.

Walau kalah, Atleti tetaplah melaju ke babak perdelapan-final karna unggul aggregate, yakni 4-3 untuk tim asal ibukota ini. Filipe Luis juga sadar kalau tiga gol yang bersarang di gawang Atleti saat itu bukanlah hal yang dapat disepelekan.

“Memang benar kalau saat melawan Las Palmas kami kebobolan banyak gol, namun itu normal di mana kami selanjutnya lebih solid di pertahanan serta mengakibatkan kerusakan di lini depan, ” tutur Filipe Luis pada rekaman video yang launching oleh club.

Menurut pesepakbola berumur 31 th. ini, masa lalu paling indah di Copa del Rey yaitu saat menaklukkan Real Madrid di babak final yang berlangsung di 2013 silam.

“Hal paling membanggakan di club ini, serta di selama karier saya, yaitu saat memenangi Copa del Rey di Bernabeu. ”

“Itu adalah peristiwa paling khusus, begitu emosional… memenangkan di kandang Real Madrid serta esok harinya anda bangun tidur serta melakukan mimpi itu. Kemenangan itu unik serta untuk saya, itu susah untuk diulang. ”

Disamping itu posisi Los Rojiblancos tak demikian apik di pentas Liga Spanyol dengan menempati peringkat ke-4 sebelumnya setelah ada di tiga besar. Di akhir minggu kelak, tepatnya Minggu (15/01) awal hari WIB, Atletico akan bertemu Real Betis dalam kelanjutan pertandingan Liga Spanyol jornada ke-18.

Ia optimis dapat mencapai tiga poin penuh di pertandingan yang dilangsungkan di Vicente Calderon itu. “Tim menginginkan mencetak kemenangan serta bermain dengan penuh keyakinan diri. Kami dapat membuat semakin banyak kesempatan serta telah temukan kemampuan yang kami punyai, ” tuturnya.

Tuesday, April 25, 2017

Real Madrid Segera Lepas Satu Bintang ke Heerenven

Real Madrid Segera Lepas Satu Bintang ke Heerenven
Real Madrid Segera Lepas Satu Bintang ke Heerenven

Real Madrid sekarang ini diberitakan selekasnya melepas satu bintang mereka ke Heerenven. Jadi kesempatan baik untuk sang pemain untuk kariernya.

Real Madrid Selekasnya Terlepas Satu Bintang ke Heerenven

Berita Liga Spanyol – Ya, sosok pemain remaja Real Madrid bernama Martin Odegaard (18 th.), dimaksud bakal selekasnya dipinjamkan ke club Eredivisie, Heerenven, sesuai sama launching Marca. Terang berita baik untuk Odegaard.

Pemain muda itu telah tak dikira layak masuk dalam skuad inti bimbingan Zinedine Zidane di Bernabeu walau telah cukup usia. Ia belum bikin sang pelatih meyakini.

Zinedine Zidane bahkan juga oke-oke saja untuk melepas Odegaard supaya sang pemain memperoleh semakin banyak peluang bermain di masa yang akan datang, selesai musim ini tak pernah dimainkan di gelaran La Liga. Dari pada bengong, mending dia dilepaskan ke club lain.

Lalu, mengapa club Eredivisie itu? Heerenven yaitu club tengah duduk di peringkat empat klassemen sesaat Liga Belanda, serta Jurgen Streppel tengah mengusung tujuan untuk membawa timnya finish di zona Eropa diakhir musim. Keadaan itu pas untuk Odegaard rasakan supaya dapat berkembang tambah baik lagi.

Monday, April 24, 2017

Saul Ungkap Target Atletico Madrid Tahun 2017

Saul Ungkap Target Atletico Madrid Tahun 2017
Saul Ungkap Target Atletico Madrid Tahun 2017

Saul mengungkap bagaimana tujuan Atletico Madrid sesudah tim ibukota itu loloa ke babak 16 besar gelaran bergengsi Copa del Rey.

Saul Ungkap Tujuan Atletico Madrid Th. 2017

Berita Liga Spanyol – Saul serta kawan-kawan singkirkan tim guerm Guijuelo 4-1 di leg ke-2 pada Selasa, dengan mereka lolos dari putaran 32 besar dengan agregat 10-1.

Kemenangan itu jadi penutup yang begitu baik bagu Atletico menuju ke istirahat pertengahan musim, sesudah mereka juga meraih babak 16 besar Liga Champions, sesaat mereka cuma tiga poin di belakang juara La Liga Barcelona di musim 2015-16 dengan margin istirahat.

Berkaca pada pencapaian timnya di th. 2016, Saul menyampaikan : “Kami dapat memenangkan sebagian gelar yang kami perjuangkan, namun th. ini telah th. yang begitu baik untuk kami. ”

“Kami mengharapkan kalau 2017 kami dapat tambah baik lagi. ”

Atletico ada di urutan ke enam dalam klassemen sesaat La Liga, terpaut enam poin dari Barca di posisi ke-2 serta sembilan poin dibawah pemimpin Real Madrid.

Saul serta Atletico bakal meneruskan musim mereka melawan Eibar pada 7 Januari th. yang akan datang.

Real Madrid Punya Lima Alasan CAS Kurangi Hukuman Mereka

Real Madrid Punya Lima Alasan CAS Kurangi Hukuman Mereka
Real Madrid Punya Lima Alasan CAS Kurangi Hukuman Mereka

Real Madrid nyatanya miliki lima argumen CAS kurangi hukuman mereka. Turut jadi perhatian kubu Barcelona yang iri dibuatnya.

Real Madrid Miliki Lima Argumen CAS Kurangi Hukuman Mereka

Berita Liga Spanyol – Keheranan Barcelona atas pengurangan sanksi hukuman FIFA pada Real Madrid oleh Pengadilan Arbitrasi Berolahraga terjawab telah.

Real Madrid sukses memperoleh pengurangan hukuman sanksi yang dijatuhkan oleh FIFA serta bikin Barcelona terheran-heran.

Los Blancos memperoleh pengurangan sanksi yang dijatuhkan FIFA atas kontrak pemain berumur dibawah 18 th. oleh Pengadilan Arbitrasi Berolahraga (CAS).

Pengurangan itu diputusan oleh CAS yang berimbas dengan diijinkannya El Real aktif di bursa transfer musim panas th. depan. Barcelona, yang pernah tersangkut masalah sama, terasa heran dengan ketentuan CAS serta terasa ada main mata.

Hal itu dikarenakan Barca pernah lakukan sistem banding yang sama tetapi tak memperoleh pengurangan hukuman, pada Desember 2014 silam.

Menurut harian asal Spanyol, AS, ada lima argumen pada CAS kurangi hukuman yang didapatkan FIFA pada Madrid, yakni :

Pertama. AS menerangkan kalau penyelidikan FIFA pada Barca di akademi La Masia dikerjakan pada 2009 sesudah memperoleh info rahasia tentang 33 pemain muda.

Barca dikira tidak mematuhi regulasi FIFA dalam 10 orang anak, terutama masalah pesepakbola muda asal Korea Selatan Lee Seung-woo, Park Seung-ho serta Jang Gyeol-hee.

Walau sudah memperoleh peringatan, Barca tak segera merespon serta terlebih mengabaikannya. Sesaat reaksi tidak sama dikerjakan oleh Real Madrid yang segera merespon peringatan FIFA.

Ke-2. Pemain muda yang punya masalah didaftarkan ke Federasi Sepak Bola Katalunya, bukanlah pada Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF), yang berbuntut pada denda.

Sedang Real Madrid, memanglah mendaftarkan ke federasi kota Madrid, tetapi segera diolah ke RFEF sebagai induk sepak bola di Spanyol.

Ketiga. Los Galacticos ajukan banding dengan hasrat untuk melakukan perbaikan kekeliruannya, sesaat Barca tak.

Tidak cuma itu, Blaugrana juga tak dapat memberi bukti mitigasi pada CAS serta terlebih buka semakin banyak pelanggaran regulasi pada pemain muda, walau Madrid dituduh bersalah dalam 39 pemain.

Ke empat. Walau keduanya sama menggunakan firma Pinto Ruiz y Del Valle, nyatanya ketua tim pembela Madrid yaitu Lucas Ferrer, yang pernah bekerja di CAS sepanjang lima th. serta bisa menyiapkan semuanya dengan baik serta menghadirkan saksi dengan cara cermat, terutama keluarga beberapa pemain muda, direktur RFEF serta profesor hukum konstitusi.

Ke lima. Ketentuan Josep Maria Bartomeu yang segera mengambil keputusan jalinan dengan FIFA jadi pertimbangan baru untuk CAS, di mana Madrid pilih untuk tetaplah merajut jalinan baik.

Terlebih, Los Merengues coba melobi presiden FIFA yang baru, Gianni Infantino, walau hukuman itu dijatuhkan saat Sepp Blatter masihlah berkuasa.